Analisis rasio keuangan merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memahami kondisi dan kinerja keuangan perusahaan berdasarkan informasi dalam laporan keuangan. Melalui perbandingan beberapa akun, pembaca dapat melihat aspek seperti likuiditas, tingkat penggunaan utang, efisiensi persediaan, hingga kemampuan perusahaan menghasilkan laba.
Pada perusahaan manufaktur, analisis ini menjadi semakin menarik karena kegiatan operasional melibatkan bahan baku, persediaan, proses produksi, aset tetap, hingga harga pokok penjualan. Beberapa rasio yang sering digunakan antara lain current ratio, debt to equity ratio, inventory turnover, gross profit margin, net profit margin, dan return on assets.
Mengenal Analisis Rasio Keuangan Perusahaan Manufaktur
Analisis rasio keuangan dilakukan dengan membandingkan angka-angka tertentu dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi. Rasio tersebut kemudian dapat digunakan untuk membantu mengevaluasi kondisi perusahaan maupun membandingkan kinerjanya dari satu periode ke periode berikutnya.
Secara umum, rasio keuangan dapat dikelompokkan menjadi rasio likuiditas, solvabilitas atau leverage, aktivitas atau efisiensi, dan profitabilitas. Namun, hasil perhitungan tidak sebaiknya dilihat secara terpisah. Perbandingan dengan periode sebelumnya dan perusahaan sejenis dapat memberikan konteks yang lebih baik.
Berikut enam contoh soal simulasi yang dapat digunakan untuk latihan.
1. Contoh Soal Current Ratio
PT Maju Manufaktur merupakan perusahaan yang memproduksi komponen elektronik. Berdasarkan laporan posisi keuangan akhir tahun, perusahaan memiliki:
- Aset lancar: Rp4.500.000.000
- Liabilitas lancar: Rp3.000.000.000
Pertanyaan:
Berapa current ratio PT Maju Manufaktur?
Kunci Perhitungan
Rumus:
Current Ratio = Aset Lancar ÷ Liabilitas Lancar
Perhitungannya:
Current Ratio = Rp4.500.000.000 ÷ Rp3.000.000.000
Current Ratio = 1,5 kali
Jadi, current ratio PT Maju Manufaktur adalah 1,5 kali.
Secara sederhana, angka tersebut menunjukkan bahwa setiap Rp1 kewajiban lancar perusahaan didukung oleh Rp1,50 aset lancar.
Current ratio digunakan untuk membantu mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancarnya.
2. Contoh Soal Debt to Equity Ratio (DER)
PT Baja Industri Nusantara mempunyai data keuangan berikut:
- Total liabilitas: Rp6.000.000.000
- Total ekuitas: Rp4.000.000.000
Pertanyaan:
Hitung Debt to Equity Ratio perusahaan tersebut.
Kunci Perhitungan
Rumus yang digunakan dalam simulasi ini:
DER = Total Liabilitas ÷ Total Ekuitas
Maka:
DER = Rp6.000.000.000 ÷ Rp4.000.000.000
DER = 1,5 kali
Jika dinyatakan dalam persentase:
1,5 × 100% = 150%
Jadi, DER PT Baja Industri Nusantara adalah 1,5 kali atau 150%.
Artinya, berdasarkan definisi rasio yang digunakan dalam soal, perusahaan memiliki total liabilitas sebesar Rp1,50 untuk setiap Rp1 ekuitas.
DER merupakan salah satu rasio leverage yang membandingkan kewajiban atau utang dengan ekuitas. Perlu diperhatikan bahwa definisi pembilang DER dapat berbeda antarreferensi, sehingga pengguna analisis perlu memastikan definisi yang digunakan konsisten.
3. Contoh Soal Inventory Turnover
PT Furnitur Kayu Indonesia memiliki data:
- Persediaan awal: Rp1.000.000.000
- Persediaan akhir: Rp1.400.000.000
- Harga Pokok Penjualan (HPP): Rp7.200.000.000
Pertanyaan:
Berapa tingkat perputaran persediaan perusahaan?
Kunci Perhitungan
Pertama, hitung rata-rata persediaan:
Rata-rata Persediaan = (Persediaan Awal + Persediaan Akhir) ÷ 2
= (Rp1.000.000.000 + Rp1.400.000.000) ÷ 2
= Rp1.200.000.000
Selanjutnya gunakan rumus inventory turnover:
Inventory Turnover = HPP ÷ Rata-rata Persediaan
Maka:
= Rp7.200.000.000 ÷ Rp1.200.000.000
= 6 kali
Jadi, inventory turnover PT Furnitur Kayu Indonesia adalah 6 kali dalam periode tersebut.
Rasio ini menggambarkan berapa kali rata-rata persediaan berputar berdasarkan HPP selama periode yang dianalisis. Perhitungan dengan HPP dibagi rata-rata persediaan merupakan formula yang umum digunakan.
Pada perusahaan manufaktur, analisis persediaan penting karena persediaan dapat berkaitan dengan bahan baku, barang dalam proses, maupun barang jadi.
4. Contoh Soal Gross Profit Margin
PT Tekstil Sejahtera mencatat:
- Penjualan bersih: Rp10.000.000.000
- Harga Pokok Penjualan: Rp7.000.000.000
Pertanyaan:
Hitung Gross Profit Margin perusahaan.
Kunci Perhitungan
Cari terlebih dahulu laba kotor:
Laba Kotor = Penjualan Bersih − HPP
= Rp10.000.000.000 − Rp7.000.000.000
= Rp3.000.000.000
Kemudian:
Gross Profit Margin = Laba Kotor ÷ Penjualan Bersih × 100%
= Rp3.000.000.000 ÷ Rp10.000.000.000 × 100%
= 30%
Jadi, Gross Profit Margin PT Tekstil Sejahtera adalah 30%.
Artinya, dari setiap Rp100 penjualan bersih, perusahaan menyisakan Rp30 laba kotor setelah memperhitungkan HPP, sebelum memperhitungkan beban lainnya.
Gross profit margin memang dihitung dengan membandingkan laba kotor dengan pendapatan atau penjualan.
5. Contoh Soal Net Profit Margin
PT Makanan Olahan Indonesia memperoleh:
- Penjualan bersih: Rp12.000.000.000
- Laba bersih: Rp960.000.000
Pertanyaan:
Berapa Net Profit Margin perusahaan?
Kunci Perhitungan
Gunakan rumus:
Net Profit Margin = Laba Bersih ÷ Penjualan Bersih × 100%
Maka:
= Rp960.000.000 ÷ Rp12.000.000.000 × 100%
= 8%
Jadi, Net Profit Margin perusahaan adalah 8%.
Secara sederhana, angka tersebut menunjukkan bahwa perusahaan menghasilkan laba bersih Rp8 untuk setiap Rp100 penjualan bersih dalam simulasi ini.
Net profit margin merupakan rasio profitabilitas yang membandingkan laba bersih dengan pendapatan atau penjualan.
6. Contoh Soal Return on Assets (ROA)
PT Mesin Presisi Indonesia mempunyai data:
- Total aset awal tahun: Rp7.000.000.000
- Total aset akhir tahun: Rp9.000.000.000
- Laba bersih: Rp800.000.000
Pertanyaan:
Hitung Return on Assets perusahaan menggunakan rata-rata total aset.
Kunci Perhitungan
Pertama, tentukan rata-rata total aset:
Rata-rata Total Aset = (Aset Awal + Aset Akhir) ÷ 2
= (Rp7.000.000.000 + Rp9.000.000.000) ÷ 2
= Rp8.000.000.000
Selanjutnya:
ROA = Laba Bersih ÷ Rata-rata Total Aset × 100%
= Rp800.000.000 ÷ Rp8.000.000.000 × 100%
= 10%
Jadi, ROA PT Mesin Presisi Indonesia adalah 10%.
Dalam simulasi ini, angka tersebut berarti perusahaan menghasilkan laba bersih setara 10% dari rata-rata aset yang digunakan selama periode tersebut.
Penggunaan rata-rata total aset berguna ketika data aset awal dan akhir periode tersedia. Beberapa referensi juga menggunakan total aset akhir periode, sehingga metode perhitungan harus disebutkan dengan jelas agar hasil analisis dapat dibandingkan secara konsisten.
Ringkasan Jawaban 6 Soal Rasio Keuangan
| No. | Jenis Rasio | Hasil |
|---|---|---|
| 1 | Current Ratio | 1,5 kali |
| 2 | Debt to Equity Ratio | 1,5 kali / 150% |
| 3 | Inventory Turnover | 6 kali |
| 4 | Gross Profit Margin | 30% |
| 5 | Net Profit Margin | 8% |
| 6 | Return on Assets | 10% |
Tips Mengerjakan Soal Analisis Rasio Keuangan
Sebelum memasukkan angka ke dalam rumus, identifikasi terlebih dahulu jenis rasio yang ditanyakan. Current ratio membutuhkan data aset dan liabilitas lancar, sedangkan inventory turnover memerlukan HPP serta rata-rata persediaan. Rasio profitabilitas seperti gross profit margin dan net profit margin menggunakan data dari laporan laba rugi.
Perhatikan juga penggunaan rata-rata saldo. Untuk inventory turnover, misalnya, rata-rata persediaan dapat dihitung dari persediaan awal ditambah persediaan akhir kemudian dibagi dua. Prinsip serupa dapat diterapkan pada ROA ketika soal menyediakan nilai aset awal dan akhir periode.
Terakhir, jangan berhenti pada angka hasil perhitungan. Analisis rasio yang lebih lengkap biasanya membandingkan hasil dengan periode sebelumnya, target perusahaan, atau perusahaan lain dalam industri yang sama. Dengan demikian, angka rasio memiliki konteks yang lebih jelas untuk digunakan dalam analisis.